Banyak orang melihat kehidupan freelancer atau digital nomad di internet terlihat sangat menyenangkan.
Kerja dari cafe.
Buka laptop sambil lihat pantai.
Pindah kota kapan saja.
Bisa traveling sambil tetap menghasilkan uang.
Tapi jujur saja, kenyataannya tidak selalu semudah konten media sosial.
Menurut saya, hidup sambil traveling itu bukan soal “harus kaya dulu”, tapi soal:
- gaya hidup,
- cara mengatur pengeluaran,
- dan kestabilan penghasilan.
Karena ada orang yang penghasilannya besar tapi tetap stres saat traveling.
Ada juga yang penghasilannya biasa saja tapi hidupnya lebih santai karena pengeluarannya terkontrol.

Jadi Berapa Pendapatan Yang Ideal?
Menurut saya, jawabannya tergantung:
- negara tujuan,
- gaya hidup,
- dan cara traveling.
Tapi kalau untuk traveler freelance dari Indonesia yang ingin hidup cukup nyaman sambil sesekali berpindah kota atau negara Asia, biasanya ada gambaran realistis seperti ini:
Rp5–8 Juta/Bulan
Cocok Untuk:
- traveling domestik,
- backpacker,
- hidup hemat,
- atau pindah kota dalam Indonesia.
Biasanya cukup untuk:
- penginapan sederhana,
- makan normal,
- internet,
- dan transportasi dasar.
Tapi menurut saya di level ini masih harus cukup hati-hati mengatur uang.
Rp10–20 Juta/Bulan
Menurut Saya Ini Zona Nyaman Untuk Banyak Freelancer
Di level ini biasanya orang sudah mulai bisa:
- traveling ke beberapa negara Asia,
- bekerja lebih santai,
- memilih penginapan lebih nyaman,
- dan tidak terlalu stres soal budget harian.
Menurut saya banyak digital nomad Asia Tenggara hidup di kisaran ini.
Karena biaya hidup di negara seperti:
- Thailand,
- Vietnam,
- Malaysia,
- atau Indonesia
masih cukup ramah untuk remote worker. (Wikipedia)
Rp25 Juta Ke Atas
Biasanya sudah mulai sangat fleksibel.
Bisa:
- lebih sering pindah negara,
- memilih hotel nyaman,
- memakai coworking space,
- dan traveling tanpa terlalu menghitung pengeluaran kecil.
Tapi menurut saya, semakin tinggi penghasilan bukan berarti otomatis lebih bahagia.
Kadang justru orang dengan penghasilan besar tetap burnout karena terlalu sibuk mengejar kerja sambil traveling.
Pengeluaran Yang Sering Diremehkan Freelancer Traveling
Ini yang menurut saya sering tidak diperlihatkan di media sosial.
Banyak orang hanya menghitung:
- tiket,
- hotel,
- dan makan.
Padahal ada pengeluaran lain seperti:
- internet,
- visa,
- transportasi lokal,
- laundry,
- coworking space,
- asuransi,
- hingga biaya mendadak.
Karena itu menurut saya freelancer traveling wajib punya:
- dana darurat,
- penghasilan cadangan,
- dan jangan terlalu bergantung pada satu sumber uang.
Pekerjaan Yang Cocok Untuk Traveling Sambil Freelance
Menurut saya pekerjaan paling cocok adalah pekerjaan yang:
- fleksibel,
- tidak terlalu terikat waktu,
- dan bisa dikerjakan dari laptop atau HP.
Contohnya:
- penulis,
- desain,
- editing video,
- admin media sosial,
- programmer,
- affiliate marketing,
- content creator,
- atau pengelola traffic digital.
Sekarang AI juga membantu banyak freelancer bekerja lebih cepat:
- membuat artikel,
- desain,
- riset,
- hingga ide konten.
Tapi menurut saya AI tetap hanya alat bantu.
Yang paling penting tetap kreativitas dan konsistensi orangnya.
Platform Yang Bisa Membantu Freelancer dan Kreator Traveling
Untuk freelancer atau kreator digital yang ingin tetap menghasilkan uang sambil traveling, ada beberapa platform lokal yang menurut saya cukup menarik untuk dipelajari.
Bicolink
Cocok untuk:
- monetisasi traffic,
- shortlink,
- dan pengelolaan audience digital.
Menurut saya platform seperti ini cukup membantu kreator yang punya:
- komunitas,
- traffic media sosial,
- atau pengunjung website.
Bayarlink
Lebih cocok untuk:
- kreator digital,
- penjual produk digital,
- freelance,
- atau personal branding.
Karena sekarang banyak freelancer mulai menjual:
- e-book,
- jasa,
- kelas online,
- hingga konsultasi digital.
Earnice
Bisa dimanfaatkan untuk tambahan penghasilan online dari aktivitas digital tertentu.
Menurut saya platform seperti ini menarik untuk orang yang ingin mulai belajar menghasilkan uang dari internet secara bertahap.
Menurut Saya, Traveling Sambil Kerja Itu Tentang Keseimbangan
Ini bagian paling penting menurut saya.
Banyak orang ingin hidup “work from anywhere”, tapi lupa bahwa tubuh dan mental tetap butuh istirahat.
Kadang ada orang yang:
- siang kerja,
- malam edit,
- besok pindah kota,
- lalu terus mengulang tanpa jeda.
Akhirnya traveling malah terasa seperti kerja tanpa rumah.
Menurut saya hidup freelance sambil traveling itu paling enak kalau:
- tidak terlalu dipaksakan,
- punya ritme,
- dan tetap punya waktu menikmati perjalanan.
Karena tujuan traveling sebenarnya bukan cuma pindah tempat.
Tapi juga menikmati hidup dengan cara yang lebih tenang dan lebih bebas.
Pandangan Pribadi Saya
Saya pribadi merasa kehidupan freelance sambil traveling memang menarik, tapi tidak selalu cocok untuk semua orang.
Ada orang yang suka stabil.
Ada yang suka berpindah-pindah.
Dan itu tidak masalah.
Tapi kalau memang ingin mencoba hidup lebih fleksibel sambil bekerja online, menurut saya sekarang peluangnya jauh lebih terbuka dibanding dulu.
Yang penting:
- jangan terlalu percaya kehidupan “sempurna” di media sosial,
- tetap realistis soal uang,
- dan jangan lupa menikmati perjalanan itu sendiri.
Karena pada akhirnya, hidup bukan perlombaan siapa paling jauh traveling.
Tapi siapa yang bisa menikmati perjalanan hidupnya dengan lebih sehat dan lebih tenang.