Banyak orang masih berpikir kalau traveling itu identik dengan “menghabiskan uang”. Padahal sekarang justru mulai banyak orang yang bisa jalan-jalan sambil tetap punya pemasukan. Bahkan ada yang sengaja hidup berpindah kota karena penghasilannya bisa dijalankan dari laptop dan HP saja.
Saya pribadi melihat perubahan ini cukup besar sejak beberapa tahun terakhir. Dulu orang bekerja harus menetap di satu tempat. Sekarang? Banyak pekerjaan digital bisa dilakukan dari mana saja. Mau kerja dari kamar, cafe pinggir pantai, penginapan murah di Jogja, atau warung kopi kecil di Malang pun tetap bisa menghasilkan uang selama ada internet.
Yang menarik, traveling murah sebenarnya bukan soal “pelit”, tapi soal pintar mengatur gaya hidup saat bepergian.

Traveling Murah Itu Bukan Berarti Sengsara
Banyak orang gagal menikmati traveling karena terlalu fokus terlihat “wah” di media sosial. Padahal yang bikin perjalanan menyenangkan itu bukan hotel mahal atau naik pesawat terus-menerus.
Kadang pengalaman paling enak justru saat:
- naik kereta ekonomi sambil lihat pemandangan,
- ngopi di tempat sederhana,
- ngobrol sama warga lokal,
- atau nemu penginapan murah tapi nyaman.
Saya pribadi lebih suka perjalanan yang santai dibanding terlalu dipaksakan demi konten.
Kalau mau traveling hemat, ada beberapa hal yang menurut saya sangat membantu:
1. Pilih Kota Dengan Biaya Hidup Murah
Tidak semua tempat wisata mahal. Di Indonesia masih banyak kota yang ramah kantong:
- Jogja
- Solo
- Malang
- Banyuwangi
- Purwokerto
- Kediri
- beberapa daerah di Bali bagian utara
Biaya makan, penginapan, dan transportasi di kota seperti itu masih cukup masuk akal dibanding kota besar.
2. Jangan Traveling Saat Peak Season
Kalau bisa hindari:
- libur panjang,
- akhir tahun,
- musim lebaran,
- atau tanggal merah.
Harga hotel bisa naik 2–3 kali lipat hanya karena musim ramai.
Kadang traveling di hari biasa justru lebih nyaman karena tempat wisata tidak terlalu penuh.
3. Gunakan Penginapan Secukupnya
Kalau tujuan utama cuma buat istirahat dan mandi, sebenarnya tidak perlu hotel terlalu mahal.
Sekarang banyak:
- guest house,
- homestay,
- capsule hotel,
- hingga kos harian yang nyaman dengan harga murah.
Yang penting:
- aman,
- bersih,
- internet bagus.
Karena buat pekerja digital, WiFi kadang lebih penting daripada kolam renang.
4. Manfaatkan Transportasi Lokal
Naik transportasi lokal sering jauh lebih murah dan justru memberi pengalaman berbeda.
Saya pribadi kadang lebih menikmati naik kereta atau bus malam dibanding pesawat, karena lebih terasa “perjalanannya”.
Selain hemat, kadang kita jadi lebih mengenal suasana daerah yang dikunjungi.
Traveling Sambil Tetap Menghasilkan Uang
Nah ini bagian yang menurut saya paling menarik di tahun 2026.
Sekarang internet membuat banyak orang bisa tetap punya penghasilan walaupun sedang traveling.
Tidak harus jadi influencer besar dulu.
Yang penting punya konsistensi dan mau belajar.
1. Kerja Online dan Freelance
Sekarang banyak pekerjaan yang bisa dilakukan jarak jauh:
- desain,
- edit video,
- admin sosial media,
- penulis artikel,
- customer service,
- coding,
- hingga AI operator.
Bahkan banyak bisnis kecil sekarang mencari orang yang bisa membantu menggunakan AI untuk membuat konten atau promosi.
2. Gunakan AI Untuk Membantu Bisnis Digital
Jujur saja, AI sekarang memang mengubah cara orang bekerja.
Tapi menurut saya AI bukan cuma “menggantikan manusia”. AI justru bisa membantu orang biasa jadi lebih produktif.
Contohnya:
- membuat artikel lebih cepat,
- mencari ide bisnis,
- membuat desain promosi,
- membantu riset pasar,
- menerjemahkan bahasa,
- membuat caption jualan,
- bahkan membantu coding website.
Orang yang bisa memanfaatkan AI dengan benar biasanya justru lebih cepat berkembang dibanding yang menolak teknologi.
Saya melihat AI sekarang seperti “alat bantu”. Sama seperti dulu internet dianggap aneh, sekarang AI juga mulai jadi bagian kehidupan kerja digital.
3. Memanfaatkan Platform Penghasil Uang Online
Selain freelance, sekarang juga ada platform yang bisa dimanfaatkan untuk tambahan penghasilan online.
Beberapa yang cukup dikenal di Indonesia antara lain:
Platform seperti ini biasanya dimanfaatkan untuk:
- monetisasi traffic,
- payment link,
- digital marketing,
- promosi produk,
- atau membangun penghasilan dari aktivitas online.
Memang hasilnya tidak selalu instan. Tapi kalau konsisten, banyak orang yang akhirnya bisa punya pemasukan tambahan dari internet.
Menurut Saya, Traveling dan Kerja Digital Itu Cocok Disatukan
Dulu orang menunggu kaya dulu baru bisa jalan-jalan.
Sekarang polanya mulai berubah.
Banyak orang justru membangun penghasilan sambil menikmati hidup secara perlahan.
Tidak harus langsung keliling dunia.
Kadang cukup:
- pindah kota sebentar,
- kerja dari cafe,
- menikmati suasana baru,
- sambil tetap punya pemasukan online.
Dan menurut saya itu jauh lebih realistis untuk generasi sekarang.
Karena pada akhirnya, traveling bukan tentang terlihat mewah.
Tapi tentang pengalaman, suasana baru, dan bagaimana kita tetap bisa menikmati hidup tanpa harus selalu terjebak rutinitas yang sama setiap hari.